Senin, 03 Mei 2010

sistem reproduksi, pencernaan,pernafasan, uroginetal, saraf amphibi

a. Sistem Pencernaan Pada Amfibi
Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang
amphibi adalah katak. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi:
1. rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa,
2. esofagus; berupa saluran pendek,
3. ventrikulus (lambung), berbentuk kantung yang bila terisi makanan
menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus,
4. intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi: duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.
5. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloata, dan
6. kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi, dan urine.
Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. pankreas berwarna
Kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum.

Amfibia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
?Amfibi
Rentang fosil: Akhir Devonian - Sekarang
Katak kaki sekop barat, Spea hammondii
Katak kaki sekop barat, Spea hammondii
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Upafilum: Vertebrata
Superkelas: Tetrapoda
Kelas: Amphibia
Linnaeus, 1758
Subclasses and Orders

Ordo Temnospondyli - punah
Subkelas Lepospondyli - punah
Subkelas Lissamphibia
Ordo Anura
Ordo Caudata
Ordo Gymnophiona

Amfibia atau amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernapas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.

Amfibia mempunyai ciri-ciri:

  • tubuh diselubungi kulit yang berlendir
  • merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm)
  • mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik
  • mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang
  • matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam
  • pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam
  • berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal).

Untuk lebih jelas ciri-ciri amfibi lihat tebel berikut:

Penutup tubuh kulit yang berlendir
Alat gerak dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang.
Alat pernapasan pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidung amfibi mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam.
Habitat air dan darat
Suhu tubuh tidak tetap, berubah-ubah mengikuti suhu lingkungannya (berdarah dingin/poikiloterm)
Peredaran darahnya tertutup
Alat penglihatan Mata dan matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam
Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal)
Jantung terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan ada atau tidaknya tulang belakang hewan diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hewan invertebrata (tidak punya tulang belakang) dan hewan vertebrata (punya tulang belakang). Adapun contoh-contoh hewan invertebrata yaitu bintang laut, cacing, laba-laba dll. Kemudian khusus untuk hewan vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu pisces, amfibhi, reptil, aves, dan mamalia. Dilihat dari segi anatomisnya tentunya hewan-hewan yang termasuk hewan vertebrata tentunya memiliki persamaan dan perbedaan yang tentyunya dapat dikaji melalui ilmu anatomi perbandingan. Segi anatomis dapat dilihat dari aspek jaringan, organ, dan sistem organ. Seperti kita ketahui sistem organ merupakan kumpulan organ yang bekerja sama satu sama lain dan memiliki tujuan tertentu. Adapun contoh-contoh dari sistem organ antara lain sistem otot, sistem rangka, sistem pencernaan dan lain sebagainya. Tentunya segi anatomis pada sistem organ memiliki kompleksitas yang cukup banyak oleh karena itu penulis hanya membahas khusus tentang anatomi perbandingan saraf.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas adapun rumusan masalah yang diambil adalah :

1. Apakah itu Saraf dan bagaimanakah perkembangannya?

2. Apakah itu Neuroglia dan Neurolema serta bagaimanakah Anatomi Perbandingan medulla spinalis dan nervi spinalis?

3. Apakah itu otak dan bagaimanakah anatomi perbandingannya?

4. Bagaimanakah anatomi perbandingan saraf cranial?

5. Bagaimanakah anatomi perbandingan saraf otonom?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu saraf dan perkembangannya.

2. Untuk mengetahui apa itu neuroglia dan neurolema serta anatomi perbandingannya.

3. Untuk mengetahui apa itu otak dan anatomi perbandingannya.

4. Untuk mengetahui anatomi perbandingan saraf cranial.

5. Untuk mengetahui anatomi perbandingan saraf otonom.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sistem saraf dan perkembangannya

Sistem saraf pada craniata memiliki tiga peranan dasar. Pertama, memperkenalkan organisme dengan lingkungan luar dan menstimulasi oragnisme untuk berorientasi/ mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan mereka,. Kedua, berpartisipasi dalam reguladi lingkungan dalam. Ketiga, berfungsi sebagai suatu tempat penyimpanan untuk informasi. Fungsi itu terpenuhi oleh saraf, spinal cord, dan otak yang berasosiasi dengan reseptor dan efektor.

Sistem saraf terbagi ke dalam sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medula spinalis.Sistem saraf tepi terdiri dari saraf cranialis, saraf spinalis, dan saraf autonom. Otak (encephalon) terdiri atas rhinencephalon, telencephalon, prosencephalon, diencephalon, mesencephalon, metencephalon, dan myelencephalon.

Neuron

Neuron memiliki banyak bentuk, tapi semua badan sel mempunyai nissl material (suatu daerah dengan sisntesis protein tinggi). Nuron terdiri dari beberapa bagian umum yaitu dendrit, badan sel, dan akson,. Akson dan selubung mielin terdiri dari serat saraf (nerve fiber). Dendrit adalah tonjolan yang menghantarkan informasi menuju badan sel. Tonjolan tunggal dan panjang yang menghantarkan informasi keluar dari badan sel disebut akson. Dendrit dan akson secara kolektif sering disebut sebagai serabut saraf atau tonjolan saraf. Ganglion adalah sekumpulan badan sel yang di luar sistem saraf pusat.

scan0013

Gambar 01 merupakan gambar berbagai jenis sel saraf yang dilihat dari segi morfologis. Adapun jenis- jenis sel saraf tersebut antara lain; sel piramidal dari motor cortex, ganglion sel yang berserabut dorsal dan unipolar, ganglion sel yang berserabut dorsal embrionic yang merupakan transisi dari bipolar ke unipolar, badan sel motorik dari cord dan batang otak, sel purkinje dari serebelum, dan sel motorik dari ganglion simpatik.

Tempat- tempat dimana neuron mengadakan kontak dengan neuron lain atau dengan organ- organ efektor disebut sinapsis. Neurotransmitter merupakan zat kimia yang disintesis dalam neuron dan disimpan dalam gelembung sinaptik pada ujung akson. Zat kimia ini dilepaskan dari ujung akson terminal dan juga direabsorbsi untuk daur ulang. Neurotransmitter merupakan cara komunikasi antar neuron. Setiap neuron melepaskan satu transmitter.Ada 30 jenis neurotransmitter antara lain norephineprin,asetilkolin,dopamin, serotonin, glisin, dll.

Pertumbuhan dan Diferensiasi Sistem Saraf

Neural Tube (tabung neuron)

scan0014

Gambar 02 (dari kanan ke kiri) merupakan gambar neural tube yang berumur 10 minggu, astrosit protoplasmic, astrosit fibrosa, oligodendroglia, mikroglia, sel ependymal

Diferensiasi neural tube pada spinal cord. Pada spinal cord embrionik menunjukkan adanya 3 zona yaitu zona ventrikular, zona marginal, dan zona media. Pada zona ventrikular (lapisan germinal) meru[akan zona yang aktif mengalami pembelahan mitosis. Pada zona media (lapisan mantel) merupakan proliferasi dari lapisan germinal. Zona marginal mrupakan zona yang tidak terdapat nukleus.Zona ventrikular merupakan sumber sel dalam zona intermediet. Sel germinative sel mengalami pembelahan mitosis berkali- kali. Sel ini merupakan cikal bakal dari neuronal dan neuroglial. Diferensiasi dari neuroglia dan neuroblas berkontribusi dalam volume pada zona intermediet. Akson dari diferensiasi neuroblas tumbuh ke dalam zona marginal. Sel yang tidak mengalami diferensiasi yang terdapat bersebelahan pada neurocoel akan menjadi sel ependimal. Ependima adala jalau nonsaraf pada neurocoel dewasa.

Perkembangan komponen motorik dan sensorik pada saraf

Akson akan menjadi serat motorik pada sraf cranial dan saraf spinal karena tumbuh dari neuroblas di dalam sistem saraf pusat. Badan sel pada serat motorik terdapat di dalam otak dewasa dan tulang belakang (cord). Serat lain yang tumbuh dari neuroblas pada piringan basal tumbuh keluar dari tabung neuron untuk membuat kontak dengan neuroblas dalam ganglion autonom. Semua saraf motorik memiliki badan sel pada tulang belakang (cord) atau otak dengan satu pengecualian ( saraf post ganglion pada sistem saraf autonom yang memiliki badan sel pada ganglion autonom).

Sel ganglion berasosiasi dengan beberapa saraf cranial yang merupakan derivat dari placode ectodermal karena sistem saraf cranial, spinal, dan placodes ektodermal memberikan jumlah yang besar badan sel sensorik yang muncul. Ini merupakan akibat dari pembengkakan ganglion sensorik dalam saraf yang dekat dengan tulang belakang atau otak. Serat saraf olfaktori tumbuh dari neuroblas (derivat dari ektodermal placodes) dalam epitel olfactory embrionik dengan proses yang lama tumbuh ke dalam bagian otak terdekat. Neuroblas memberikan serat sensorik pada saraf optik yang menucul berdiferensiasi dalam lapisan saraf pada retina embrionik.Badan sel pada serat prioseptif 9serat sensorik yang memonitor aktivitas otot rangka) dalam saraf cranial (kecuali XI dan XII) nukan merupakan ganglion.

2.2 Neuroglia dan Neurolema serta Anatomi Perbandingan medulla spinalis dan nervi spinalis

Neuroglia (berasal dari nerve glue) mengandung berbagai macam sel yang secara keseluruhan menyokong, melindungi dan sumber nutrisi sel saraf (neuron) pada otak dan Medulla spinalis, sedangkan sel Schwann merupakan pelindung dan penyokong neuron-neuron di luar system saraf pusat. Neuroglia menyusun 40% volume otak dan medulla spinalis. Neuroglia jumlahnya lebih banyak dari sel-sel neuron dengan perbandingan sekitar sepuluh banding satu. Ada empat sel neuroglia yang berhasil diidentifikasi yaitu: Oligodendroglia, Ependima, Microglia, dan Astroglia. Masing-masing mempunyai fungsi khusus.

1. Oligodendroglia merupakan sel glia yang bertanggungjawab menghasilkan myelin dalam susunan saraf pusat. Sel ini mempunyai lapisan dengan substansi lemak mengelilingi penonjolan atau sepanjang sel saraf sehingga terbentuk selubung myelin. Ketika akson menerima impuls saraf, akan di ubah potensial listriknya pada permukaan dari akson. Pada akson yang dibungkus oleh myelin berlawanan dengan potensial aksi dalam serabut yang berdekatan dan terjadi konduksi yang cepat dari impuls saraf didalam akson.

2. Ependima berperanan dalam produksi Cerebro Spinal Fluid. Ependima adalah neuroglia yang membatasi system ventrikel SSP. Sel-sel inilah yang merupakan epitel dari Plexus Coroideus ventrikel otak. Sel ependima merupakan bagian neuroglia tunggal pada amphioxus dan agnathan, merupakan tingkat differensiasi dari sel neuroglia pada craniata lainnya. Meningkatnya perkembangan dari macam-macam sel glial terlihat dari kehidupan agnathan yaitu dari teleosts dan amphibia yaitu dari amniota.

3. Microglia mempunyai sifat-sifat phagocyte yang menyingkirkan bakteri dan debris-debris yang dapat berasal dari sel-sel otak yang mati. Sel jenis ini ditemukan di seluruh SSP dan dianggap berperanan penting dalam proses melawan infeksi. Tidak seperti sel glial lainnya, mereka berasal dari mesodermal (dan tidak ditemukan pada otak yang berkembang sampai setelah pembuluh darah mempunyai zat penetrasi dari otak).

4. Astrocytes atau astroglia berfungsi sebagai “sel pemberi makan” bagi neuron yang halus. Badan sel Astroglia berbentuk bintang dengan banyak tonjolan dan kebanyakan berakhir pada pembuluh darah sebagai kaki perivaskular atau “foot processes”. Bagian ini juga membentuk dinding perintang antara aliran kapiler darah dengan neuron, sekaligus mengadakan pertukaran zat diantara keduanya. Dengan kata lain membantu neuron mempertahankan potensial bioelektris yang sesuai untuk konduksi impuls dan tranmisi sinaptik. Dengan cara ini pula sel-sel saraf terlindungi dari substansi yang berbahaya yang mungkin saja terlarut dalam darah.

Myelin pada susunan saraf tepi dibentuk oleh sel Schwann. Sel Schwann membentuk myelin maupun nerurolemma saraf tepi. Tidak semua neuron susunan saraf tepi bermyelin. Neurolemma adalah membran sitoplasma halus yang dibentuk oleh sel-sel Schwann yang membungkus semua neuron SST (bermyelin atau tidak bermyelin). Neurolemma merupakan struktur penyokong dan pelindung bagi tonjolan saraf.

Medulla spinalis

Medulla spinalis bermula dari dasar otak terus berjalan sepanjang columna vertebralis. Pada penampang melintang, Nampak bagian luar berwarna putih, disebut substansia alba, sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu disebut substansia grisea. Pada poros medulla, terdapat saluran (canalis medullaris) yang berisi cairan cerebrospinalis, dan berhubungan dengan ventrikulus dalam otak. Substansia alba, terutama terdiri atas serabut saraf panjang yang bermyelin, sedang substansia grisea penuh dengan badan sel dari interneuron atau neuron motoris. Pada interval dengan jarak sama disepanjang setiap sisi medulla spinalis terdapat 31 pasang cabang ke lateral, yaitu ke arah laterodorsal disebut radix dorsalis, dan ke arah lateroventral, disebut radix ventralis. Kedua radix ini bertemu dan membentuk nervi spinalis pada system saraf tepi. Medula spinalis tidak mengisi bagian dari kanal tulang belakang di mana ia terletak, melainkan meninges (dibungkus oleh membrane jaringan ikat) oleh tiga membran, terpisah satu sama lain oleh dua konsentris spasi. Ketiga membran diberi nama dari dalam ke luar, piameter, arachnoid, dan dura mater.

  • Pia meter terdiri atas jaringan ikat longgar yang mengandung banyak pembuluh darah. Ia tidak berkontak dengan sel atau serat saraf meskipun ia terletak cukup dekat dengan jaringan saraf. Di antara pia meter dan elemen neural terdapat lapisan tipis cabang-cabang neuroglia, melekat erat pada pia meter dan membentuk barier fisik pada bagian tepi dari SSP yang memisahkan SSP dari cairan serebrospinal.
  • Araknoid diambil dari bahasa Yunani arachnoeides, seperti jarring laba-laba. Ia memiliki dua komponen: lapisan yang berkontak dengan dura meter dan sebuah system trabekel yang menghubungkan lapisan itu dengan pia meter. Rongga diantara trabekel disebut rongga subaraknoid, yang terisi cairan cerebrospinal dan terpisah sempurna dari ruang subdural. Ruang ini membentuk bantalan hidrolik yang melindungi SSP dari trauma. Ruang subaraknoid berhubungan dengan ventrikel otak.
  • Duramater merupakan meninges luar yang terdiri atas jaringan ikat padat yang berhubungan langsung dengan periostium tengkorak. Dura meter yang membungkus medulla spinalis dipisahkan dari periostium vertebra oleh ruang epidural, yang mengandung vena yang berdinding tipis, jaringan ikat longgar dan jaringan lemak. Durameter dipisahkan dari araknoid oleh celah sempit yang disebut ruang subdural. Epitel gepeng selapis melapisi permukaan dalam dan luar dura meter pada medulla spinalis.

Medula spinalis atau sumsum tulang belakang bentuk yang memanjang, hampir silindris, bagian dari sistem saraf pusat yang menempati bagian atas dua-pertiga dari kanalis vertebralis. Panjang rata-rata pada pria adalah sekitar 45 cm., Pada wanita 42-43 cm. Sementara jumlah berat menjadi sekitar 30 gram. Memanjang dari tingkat atas atlas perbatasan dengan yang batas bawah pertama, atau batas atas kedua, vertebra lumbalis. Dari atas yaitu otak; sampai di bawah, berakhir di ujung berbentuk kerucut, yang Conus medullaris, dari puncak yang halus filamen, yaitu filum terminale, turun sejauh segmen pertama dari tulang ekor.


Pada gambar 03. potongan melintang dari tulang belakang, seperti memiliki bintik, menyatakan substansia abu-abu, substansia alba, nukleus, bidang serabut dan corak lain. Nukleus bertanggungjawab untuk substansia abu-abu. Serabut saraf menempati sekeliling dari tulang belakang dan, dengan neuroglia, menyusun substansia alba. Ascending (naik) dan descending (turun) bidang serabut (tanda panah pada 16.10b) menuntun impuls dengan fungsi yang sama naik atau turun dari tulang belakang dan pada atau dari otak. Contohnya, Fasciculus gracilis terdiri dari serabut myelin untuk meraba dan propriosepsion. Serabut sinaps di nukleus gracilis. Dari sini, impuls dibawa pada serabut saraf lainnya sampai tiba di somasthetic cortex, yang menimbulkan sensasi khusus atau spesifik. Bidang Corticospinal menuntun impuls motor untuk kontraksi otot voluntary dari otot voluntary kortex. Terdapat banyak bidang pada tulang belakang mammalia.

Adapun anatomi perbandingan dari medulla spinalis, sebagai berikut:

1. Amphioxus

Durameter sama, makin ke post pipih, triangulair pada penampang melintang. Central canal berbentuk selokan. Tidak ada batas yang jelas antara gray-matter dan white-matter. Nerve-cell bodies terletak di bagian central di celah central canal. Canal tidak dibatasi dengan sel-sel ependymal. Beberapa sel-sel raksasa menyilang dicelah central canal.

2. Cyclostomata

Tubulair. Serabut pipih dan berisi pita. Sisi dorsal kurang convex, ventral, concave, diameter sama. Gray-matter lebar ke arah longitudinal mengelilingi white-matter, kecuali pada akar nervi spinalis. Septum dorsalis dan ventral fissura tidak ada. Contohnya, Lamprey; nerve chord (medulla spinalis) dengan nervus spinalis yang berpasangan.

3. Pisces

Fissura dorsal kelihatan, ventral fissure tidak ada. Gray-matter triangulair, apex menjadi satu titik ke arah dorsal. Mula-mula gray-matter ada sepasang columna ventralis. Pada Orthogoriscus, proporsinya radiculair, panjang 8 kaki, medulla spinalis 31/2 inci, lebih pendek dari otak. Pada classis Osteichtyes medulla spinalis terdapat di dalam arcus neuralis.

4. Amphibia

Dua lapisan meninges pada amphibi dari luar ke dalam adalah duramater (yang berupa jaringan ikat) dan pia-arakniod yang vascular. Di antara dua lapisan tersebut terdapat spatium subdurale. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih. Pada amphibi, medulla spinalis mengalami pembesaran di bagian servikalis. Medulla spinalis berfungsi menghantarkan impuls sensori dari saraf perifer ke otak dan menyampaikan impuls motoris dari otak ke saraf perifer. Selain itu juga merupakan pusat dari refleks. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf gabungan. Berdasarkan asalnya, saraf sumsum tulang belakang dibedakan atas 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul, dan satu pasang saraf ekor. Salamander memanjang ke post columna vertebralis, pada katak/Toad memendek, filum terminalis sampai membentuk urostyle. Sulcus dorsal ada, ventral fissura ada waktu pertama kali. Gray-matter oval, columna dorsalis dan ventralis berbentuk huruf H. Fasciculi/fiber tracts di white-matter lebih jelas.

5. Reptilia

Pemanjangan dari columna vertebralis jelas pada bangsa Ophidia. Bagian cervical dan lumbar tidak ada pada ular, anggota pada Lizards tidak ada/mengecil. Gray-matter berbentuk huruf H, lebih bundar.

6. Aves

  • Berbentuk silindris memanjang, mengisi ruang (lumen) dari setiap ruas tulang belakang (vertebrae).
  • Dimulai dari bagian bawah medulla oblongata, pada posisi vertebrae cervicalis yang pertama sampai vertebrae lumbalis 1.
  • Secara anatomis, irisan melintang menunjukkan 2 bagian yaitu bagian kortek (luar) yang berwarna putih kekuningan, dan bagian medulla (dalam) yang berwarna abu-abu.
  • Memiliki 2 peranan penting yaitu melangsungkan reflek sederhana dan sebagai jalan untuk menyebarkan dan menyatukan informasi (impuls saraf).
  • Dari medulla spinalis keluar serabut saraf (nervus) spinalis.
  • Pada irisan melintang, bagian dalam dari medulla spinalis berbentuk huruf X. Adapun bagiannya yaitu cornu dorsalis mengandung badan-badan sel saraf sensoris dan cornu ventralis mengandung badan-badan sel saraf motoris.

Columna vertebralis panjang, filum terminale tidak ada. Di bagian lumbar terjadi perpisahan medulla di sisi dorsal menjadi dua. Ruangan bentuk elips, ada sinus rhomboidalis, berisi dengan neuroglia cell dan bersifat gelatineus. Ini kemudian membentuk glycogen-body. Apabila sayap dan kaki besar, maka bagian lumbar dan cervix besar pula. Pada Ostrich ada mempunyai lumbar yang terbesar di antara burung.

7. Mammalia

Pada Duckbill, Platypus dan beberapa Rodentia medulla spinalis memanjang pada bagian sacral, sedang pada mammalia lain memendek. Meskipun mammalia berekor panjang, tetapi medulla tidak masuk ke dalam vertebrae ekor. Terdapat median dorsal sulcus, dorsolateral, ventrolateral sulci. Ventral fissura tidak ada. Bagian cervix dan lumbar Pteropus membesar, berhubungan dengan lebarnya sayap/ototnya. Pada mammalia terdapat tiga membran jaringan ikat (meninges) dari dalam keluar yaitu piameter, arachnoid, dan dura mater.

Nervi Spinalis

Satu nervi spinalis pada vertebrata terdiri dari sepasang saraf yang terdapat pada tiap segmen tubuh. Nervi spinalis ini berpusat pada medulla spinalis dengan perantaraan 2 akar, yaitu:

  • Radix ventralis, yang berpusat pada cornu ventralis bersifat efferent.
  • Radix dorsalis, berpusat pada cornu dorsalis bersifat afferent.

Kedua akar ini bersatu menjadi nervi spinalis, yang segera akan bersatu menjadi 3 ramus, yaitu

  • Ramus dorsalis, yang mempengaruhi alat-alat di dorsal tubuh.
  • Ramus ventralis, yang mempengaruhi alat-alat di ventral tubuh.
  • Ramus communicans, yang meluas ke ventro-median untuk kemudian berakhir di dalam ganglia symphateticum.

Nervi spinalis ini menuju ke alat-alat somatic, ialah kulit, otot-otot rangka yang bersifat serat lintang. Dengan demikian nervi spinalis ini sifatnya somatomotoris, yang membawa rangsang dari pusat untuk otot serat lintang. Sifat ini dimiliki oleh serabut-serabut saraf spinalis yang sifatnya efferent yang berpusat di cornu ventralis. Kemudian juga bersifat somatosensoris (sensibel) yang membawa rangsang terutama dari kulit ke pusat. Sifat ini dimiliki oleh serabut saraf spinalis afferent yang menuju ke cornu dorsalis. Nervi spinalis ini pada nomor-nomor tertentu di dalam tubuh satu sama lain saling beranyaman bersama membuat bangunan, yaitu : plexus. Pada vertebrata tingkat rendah, terdapat 2 pasang plexus, yaitu:

1. Plexus cervicobrachialis, yang mempengaruhi membri anteriores,

2. Plexus lumbosacralis, yang mempengaruhi membri posteriores.

Pada vertebrata tingkat tinggi, plexus-plexus tersebut dapat dibagi lagi lebih lanjut, sehingga dikenal 4 macam plexus, yaitu:

1. Plexus cervicalis

2. Plexus branchialis

3. Plexus lumbaris

4. Plexus sacralis

Nervi spinalis, umumnya berjalan segmental dan jumlahnya sesuai dengan jumlah vertebrae. Pada bagian caudal, nervi spinalis berjalan lurus seakan-akan sejajar dengan medulla spinalis, dan bangunan tersebut disebut: cauda equina.

Adapun anatomi perbandingan dari nervi spinalis, sebagai berikut:

1. Amphioxus

Akar saraf spinal tidak muncul dari spinal-cord, akar dorsal dan ventral tidak bersatu. Akar dorsal sensoris somatis, visceral-sensoris, serabut-serabut visceral motoris, ventral roots bersatu dengan serabut somatis motoris.

2. Cyclostomata

Petromyzon akar saraf spinal tidak bersatu dengan lainnya, tetapi Myxine (Cyclostomata) bersatu kecuali pada bagian caudal. Di bagian insang serabut-serabut dari akar dorsal yang berbatasan bersatu, kemudian membentuk nervus hypobranchial yang mensuplai bagian ventral insang.

3. Pisces

Akar dorsal dan ventral bersatu, tetapi persatuan di luar columna vertebralis. Pada beberapa spesies tidak ada dan hanya berupa akar ventral yang ada. Mereka disebut nervus spino-occipitale. Serabut-serabut membentuk nervus hypobranchial yang terdiri serabut-serabut motoris saja.

4. Amphibia

Kedua akar bersatu setelah melalui foramen intervertebralis, ganglion akar dorsal, terletak di tempat pertemuan. Salientian calcareus bodies mengelilingi ganglia spinal. Caudata ganglia dikelilingi oleh jaringan berlemak seperti spons. Di antara condyle occipital dan vertebra I, muncul akar ventral dari nervus suboccipitale. Saraf ini yang muncul hanya saraf motoris sebagai nervus hypoglossal pada vertebrata tinggi. Caudata mempunyai nervus spinalis mereduksi sesuai dengan segmen badan. Salientian hanya N 10/11 saja. Terdapat plexus cervicobrachial dan lumbosacral, cauda equina terdapat pada katak dan Bufo. Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang disebut pleksus. Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut.
a. Pleksus cervicalis merupakan gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher, bahu, dan diafragma.
b. Pleksus brachialis mempengaruhi bagian tangan.
c. Pleksus lumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki.

5. Reptilia

Akar dorsal terdiri hanya serabut sensoris. Plexus lumbosacral terdapat pada Ophidia dan Lacerta. Akar ventral berupa visceral-motoris dan somatis-motoris serabutnya.

6. Aves

Pada burung berleher panjang, nervus spinalis daerah leher dengan nervus spinalis daerah lengan membentuk simpul yang disebut pleksus cervica brachialis.

  • Nervus cervicalis menuju daerah leher.
  • Nervus brachialis menuju daerah sayap.

Nervus spinalis daerah pinggang, sacrum dan pudendal membentuk pleksus lombosacralis.

  • Nervus lumbalis menuju gelang pinggul bagian awal.
  • Nervus sacralis menuju gelang pinggul bagian akhir.
  • Nervus pudendalis menuju cloaca dan daerah ekor.

Plexus lumbosacral dibagi menjadi plexus lumbar, sacral, pudendal. Plexus lumbar mensuplai paha. Saraf plexus sacral bersatu membentuk nervus sciaticus menuju ke kaki bawah. Plexus pudendal bercabang ke cloaca dan ekor.

7. Mammalia

Nervus spinalis dinamai sesuai dengan hubungan mereka ke columna vertebralis. Ada nervus spinalis cervical, thoracic, lumbar, sacral, caudal/coccygeal. Nervus spinal cervical muncul di antara ossipitalis occipitale dan atlas. Plexus extremitas dibagi menjadi cervical, brachial, lumbar dan sacral.

2.3 Otak dan Anatomi Perbandingannya

Berat otak pada pria dewasa K.I 1.380 gram dan pada wanita dewasa K.I 1.250 gram ukuran besarnya tergantung dari jenis kelamin,besar, dan usia. Secara sederhana otak di bagi menjadi 6 bagian yaitu :

1) Cerebrum (otak besar)

2) Dienchephalon (otak antara twin brain)

3) Mesenchpalon (otak tengah)

4) Cerehelum (otak kecil)

5) Pons varoli (jembatan varol)

6) Medulla oblongata

Gambar 04.Otak manusia

Fungsi cerebrum di bagi menjadi sebagai berikut:

1) Cortex cerebri mempunyai fungsi yang menyangkut proses mental dengan segala manifestasinya (berfikir,ingatan,emosi) pengindraan, pengendalian saraf yang sampai neuron-neuron cortex cerebri.

2) Daerah (pusat) pengindraan pada cortex cerebrum yang telah diketahui adalah

-Pusat pengliatan, terdapat pel lobus ocipitaus (dari dataran tengah sampai ujung belakang)

-pusat pendengar adalah terdapat pada lobus temporalis di tepi atas.

-pusat pembau adalah terdapat pada lobus temporalis pada gyrus permukaan media yang dinamai uncus dan hipocampous.

-pusat pengecap adalah lokasinya di dekat insula reil

3) Membantu mengendlikan gerak-gerak volunter sehingga memungkinkan kontraksi otot sriata yang sesuai dengan kemauan kita.

4) Sebagai pusat bicara.

5) Sebagai pusat yang ada hubungannya dengan proses belajar,mengingat,emosi,kecerdasan,melihat massa depan,kesadaran atas diri pribadi,memusatkan perhatian,kesadaran umum dan beberapa fungsi asosiasi.

Fungsi diencphalon pada otak manusia:

Diencephalon terdiri atas thalamus, epithlamus,hypothalamus dan subhalamus. Letaknya antara cerebrum dan otak tengah, fungsinya sebagai berikut

1) Fungsi talamus adalah sebagai stasiun relay (penerima dan pemancar) impul - impul asferen dalam perjalanannya dari daerah periper menuju ke pusat sensoris pada cortex cerobrum (kecuali infuls olfak farius) berjalan melalui thalamus.

2) Fungsi hyphotalamus yaitu : 1) memegang peranan penting dalam mengendalikan metabolisme dan kegiatan-kegiatan visteral karena mempunyai hubungan dengan pusat-pusat otonomik. 2) membantu mengendalikan suhu tubuh. 3) sebagai pusat pengatur selera, alat mempertahankan keadaan (jaga atau tidur) dan 5) membantu mengendalikan keseimbangan cairan dan elektrolit.

Fungsi cerebellum

- Mengendalikan kinerja otak secara sinergik

- Berkaitan dengan postural reflek

- Menjaga keseimbangan

Fungsi medulla oblongata

- Sebagai pusat pengaturan penyempitan dan pelebaran pembuluh darah

- Sebagaim pusat pengatur percepatan dan penghambat denyut jantung

- pusat pernapasan

- pusat-pusat lainnya adalah pusat muntah, pusat bersin, pussat batuk, dan pusat menelan

Fungsi pons varoli

- Sebagai jalan penghubung (tractus projeksi) antara medula spinalis dan bagian otak yang lain

Fungsi mesencep halon (otak tengah)

- Sebagai pusat yang mengendalikan ukuran besarnya pupil di mata

SUPLAI DARAH OTAK DAN MEDULA SPINALIS

Sistem saraf pusat, seperti semua jaringan tubuh, sangat tergantung dari aliran darah yang memadai untuk nutrisi dan pembuangan hasil sisa-sisa metabolismenya. Suplai darah arteri ke otak merupakan suatu jalinan pembuluh-pembuluh darah yang bercabang-cabang yang berhubungan erat satu dengan yang lainnya. Sehingga dapat menjamin suplai darah yang adekuat pada ael. Suplai darah ini dijamin oleh dua pasang arteri, dan arteria karotis interna, yang cabang-cabangnya beranastomosi membentuk sirkulus arterious serebri.

Aliran vena otak tak selalu paralel dengan suplai darah arteri; pembuluh vena meninggalkan otak melalui sinus dura yang besar dan kembali bersilkurasi umum melalui vena jugularis intetrna.

Arteri medulla spinalis dan sistem vena sangat peralel satu dengan yang lainnya dan mempunyai hubungan bercabangan yang luas untuk mencukupi suplai darah ke jaringan-jaringan.

Anatomi perbandingan bungkus otak/meninges

1. Ciclostomata dan Pisces berisi cairan cerebrospinalis dengan jaringan pengikat yana terbawah yaitu endorachis.

2. Amphibia

Lapisan meninx terdiri 2 lapisan, yang luar disebut durameter, sedangkan lapisan dalam pia-arachnoid. Durameter dari bahan jaringan pengikat. Pia-arachnooid vasculair. Diantara kedua lapisan itu dijumpai spatium subdurale. Ruangan antara durameter dan endorachis adalah spatium epidurale, diantara keduanya berisi cairan cerebrospinalis.

3. Mammalia

Pila-arachnoid berdefferensiasi menjadi dua lapisan, sebelah dalam piameter dan luar membran arachnoid. Spatium subarachnoid berisi cairan cerebrospinalis. Di bagian otak cranial durameter bersatu dengan endorachis dan spatium epidural tak ada. Di atas: spinalis persatuan spinala-dura dan endorachis tak terjadi, tetapi spatium epidural, tak terjadi, berisi lemak dan jaringan pengikat. Cranial dura melanjutkan dengan spinal dura ke foramen magnum. Cairan cerebrospinalis berada di vantrikal otak,central canal m spinalis dan spatium subarachnoid. Modifikasi tertentu pada maningea yaitu cranial dura mempunyai tonjolan flax-cerebri sampai di fissura di antara kedua cerebral hamisphere.tonjolan serupa tentorium di antara cerebral hemisphere dan cerebellum. Pada sisih ventral otak, duramater membentuk tonjolan diaphragmasellae di atas sella turcica.

2.4 Anatomi Perbandingan Saraf Kranial

2.5 Anatomi Perbandingan Saraf Otonom

Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.

Sistem saraf autonom terdiri dari system saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Organ yang dilayani oleh saraf autonom bekerja secara autonom. Sistem ini biasanya disebut system motor dan serabut aferen yang kembali dari organ interna bukan merupakan bagian dari system ini. Sebagian besar organ menerima seperangkat serabut ganda, satu perangkat melalui saraf simpatik dan yang lain melalui parasimpatik. Ujung akson pada saraf tersebut mengeluarkan suatu zat transmitter yang berbeda pada pada efektor. Serabut-serabut system simpatik mengeluarkan norepinefrin dan serabut- serabut system parasimpatik mengeluarkan asetilkolin.

Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu.. Ada tiga ganglion simpatis yang tidak tergabung dalam ganglion paravertebralis yaitu ganglion kolateral yang terdiri dari ganglion seliaka, ganglion mesenterikus superior dan ganglion mesenterikus inferior. Ganglion parasimpatis terletak relatif dekat kepada alat yang disarafinya bahkan ada yang terletak didalam organ yang dipersarafi. Semua serat preganglion baik parasimpatis maupun simpatis serta semua serat postganglion parasimpatis, menghasilkan asetilkolin sebagai zat kimia perantara. Neuron yang menghasilkan asetilkolin sebagai zat kimia perantara dinamakan neuron kolinergik sedangkan neuron yang menghasilkan nor-adrenalin dinamakan neuron adrenergik. Sistem saraf parasimpatis dengan demikian dinamakan juga sistem saraf kolinergik, sistem saraf simpatis sebagian besar merupakan sistem saraf adrenergik dimana postganglionnya menghasilkan nor-adrenalin dan sebagian kecil berupa sistem saraf kolinergik dimana postganglionnya menghasilkan asetilkolin. Distribusi anatomik sistem saraf otonom ke alat-alat visera, memperlihatkan bahwa terdapat keseimbangan pengaruh simpatis dan parasimpatis pada satu alat. Umumnya tiap alat visera dipersarafi oleh keduanya. Bila sistem simpatis yang sedang meningkat, maka pengaruh parasimpatis terhadap alat tersebut kurang tampak, dan sebaliknya. Dapat dikatakan pengaruh simpatis terhadap satu alat berlawanan dengan pengaruh parasimpatisnya.



sca2

Gambar . Komponen representatif dari sistem saraf otonom mammalia

Tabel Fungsi Saraf Otonom

Parasimpatik

Simpatik

  • mengecilkan pupil
  • menstimulasi aliran ludah
  • memperlambat denyut jantung
  • membesarkan bronkus
  • menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
  • mengerutkan kantung kemih
  • memperbesar pupil
  • menghambat aliran ludah
  • mempercepat denyut jantung
  • mengecilkan bronkus
  • menghambat sekresi kelenjar pencernaan
  • menghambat kontraksi kandung kemih

scan 1

Gambar .Serabut motor dari sistem otonom pada nervi spinal thoracic

Sistem saraf perifer merupakan pasangan saraf yang keluar dari otak dan sumsum tulang belakang dan menghubungkan dengan reseptor dan efektor dalam tubuh. Satu-satunya badan sel saraf yang ada dalam sistem saraf perifer adalah neuron sensori yang mengelompok menjadi ganglion di dekat otak dan sumsum tulang belakang dan neuron motor tertentu dari saraf autonom. Pada tiap segmen tubuh vertebrata terdapat satu pasang saraf perifer. Paad sebagian besar saraf spinal, neuron aferen dan eferen terletak berdekatan, tetapi dekat sumsum tulang belakang saraf itu terbagi menjadi akar dorsal dan akar ventral dan neuronnya terpisah. Dalam akar dorsal terdapat terdapat neuron aferen dan mempunyai suatu pembesaran yaitu ganglion akar dorsal. Badan sel dari neuron aferen hampir selamanya terletak dalam ganglion pada saraf kranial dan saraf spinal. Neuron aferen masuk ke dalam sumsum tulang belakang dan berakhir pada sinaps dengan dendrit dari interneuron. Akar ventral mengnadung neuron eferen, badan selnya hampir selalu terletak di bagian ventral dari bagian kelabu (abu-abu) sumsum tulang belakng. Pada vertebrata akar-akar itu bergabung membentuk saraf spinal yang kemudian terbagi menjadi cabang ramus dorsal yang melayani kulit dan otot bagian dorsal tubuh. Dan cabang ramus ventral yang melayani lateroventral tubuh dan biasanya satu atau lebih cabang-cabang penghubung yang melayani alat viseral. Dalam tiap cabangnya terdapat neuron aferen dan eferen.

Anatomi Perbandingan dari sistem autonom

  1. Amphioxus : system saraf autonom pada amphioxus nampak kasar.
  2. Cyclosmata

: terdapat ganglia simpatis segmental tetapi tidak berhubungan dengan truncus simpatis. Sistem parasimpatis dari Cyclosmata hanya terdiri dari nerves vagus.

  1. Elasmobranchii

: pada Elasmobranchii truncus simpatis susunannya adalah difuss. Sistem parasimpatis terdapat pada nervus oculomotorius, nervus facialis, nervus glossopharyngeus dan nervus vagus.

  1. Teleostei

: pada teleostei terdapat truncus simpatis longitudinal. Saraf parasimpatis berbatasan dengan nervus oculomotorius dan nervus vagus.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

1. Sistem saraf terbagi ke dalam sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medula spinalis.Sistem saraf tepi terdiri dari saraf cranialis, saraf spinalis, dan saraf autonom. Otak (encephalon) terdiri atas rhinencephalon, telencephalon, prosencephalon, diencephalon, mesencephalon, metencephalon, dan myelencephalon.

2. Neuroglia (berasal dari nerve glue) mengandung berbagai macam sel yang secara keseluruhan menyokong, melindungi dan sumber nutrisi sel saraf (neuron) pada otak dan Medulla spinalis. Neurolemma adalah membran sitoplasma halus yang dibentuk oleh sel-sel Schwann yang membungkus semua neuron SST (bermyelin atau tidak bermyelin). Neurolemma merupakan struktur penyokong dan pelindung bagi tonjolan saraf. Adapun anatomi perbandingan dari medulla spinalis, sebagai berikut: Amphioxus, Cyclostomata, Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves , Mammalia. Anatomi Perbandingan dari nervi spinalis, sebagai berikut: Amphioxus, Cyclostomata, Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves , Mammalia.

3. Berat otak pada pria dewasa K.I 1.380 gram dan pada wanita dewasa K.I 1.250 gram ukuran besarnya tergantung dari jenis kelamin,besar, dan usia. Suplai darah arteri ke otak merupakan suatu jalinan pembuluh-pembuluh darah yang bercabang-cabang yang berhubungan erat satu dengan yang lainnya.

4.

5. Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.

3.2 Saran

Dalam system saraf terdapat bagian-bagian yang sangat kompleks dan terus mengalami perkembangan. Sehingga sangat perlu diperhatikan pemeliharaan dari bagian-bagian saraf agar tidak mengalami kerusakan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar